Koperasi Bumi Kiara Realisasikan Program Rutilahu di Cijangkar, Wujud Komitmen Sosial dari Tambang Rakyat untuk Masyarakat

 

Sukabumi – Komitmen sosial Koperasi Bumi Kiara kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Melalui program bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu), koperasi yang bergerak di sektor tambang rakyat ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dapat berjalan seiring dengan kepedulian sosial terhadap warga sekitar.

 

Program tersebut direalisasikan pada Minggu (24/5/2026) dengan menyasar dua keluarga penerima manfaat, yakni BPK Saen dan Ibu Santi, yang beralamat di Kampung Cijangkar, RT 21 RW 06, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

 

Rumah yang sebelumnya dalam kondisi tidak layak huni kini mulai dibangun kembali agar lebih aman, sehat, dan layak untuk ditempati. Bantuan ini menjadi harapan baru bagi keluarga penerima manfaat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

 

Ketua Koperasi Bumi Kiara, Aji Gunawan, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang bersumber dari hasil usaha tambang rakyat dan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat.

 

> “Bantuan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal yang layak dan manusiawi,” ujarnya.

 

 

 

Ia menambahkan, setiap langkah kecil dalam membantu sesama memiliki nilai kemanusiaan sekaligus keberkahan tersendiri.

 

> “Kami berharap apa yang dilakukan ini menjadi berkah bagi semua pihak. Kami tidak ingin dikenal hanya karena usaha yang dijalankan, tetapi karena manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat. Semoga Allah SWT selalu memudahkan setiap langkah kita dalam berbuat kebaikan,” tuturnya.

 

 

 

Aji juga menegaskan bahwa program bedah rumah ini tidak berhenti pada dua titik saja, melainkan akan terus dilanjutkan secara bertahap sesuai kemampuan koperasi.

 

> “Koperasi Bumi Kiara tidak hanya berorientasi pada usaha, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial. Kami ingin keberadaan koperasi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus ikut membantu meringankan beban pemerintah daerah,” tambahnya.

 

 

 

Sementara itu, suasana haru menyelimuti keluarga penerima bantuan. BPK Saen dan Ibu Santi tidak mampu menyembunyikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.

 

Ibu Santi menyebut bantuan ini bukan hanya soal pembangunan rumah, tetapi juga menghidupkan kembali harapan keluarga mereka yang sempat hampir padam.

 

> “Jujur kami sudah hampir putus asa dengan kondisi rumah kami. Tapi hari ini kami kembali punya harapan. Terima kasih banyak atas kepeduliannya. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini dengan rezeki yang berlimpah dan kesehatan untuk semua pihak yang membantu kami,” ungkapnya dengan haru.

 

 

 

Senada dengan itu, BPK Saen juga menyampaikan doa dan terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat.

 

> “Kami hanya bisa berdoa, semoga semua yang telah membantu diberikan kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang berkah oleh Allah SWT. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun kembali semangat hidup kami,” ujarnya.

 

 

 

Program rutilahu ini menjadi bukti bahwa pengelolaan tambang rakyat, jika dijalankan secara kolektif dan bertanggung jawab, tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga mampu menghadirkan dampak sosial yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

 

 

 

 

Kaperwil Banten

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *