Demi Gorok keuntungan Yang Lebih Besar Diduga kontraktor Labrak Standar Mutu Dan Abaikan Asas Manfaat Untuk Masyarakat

Muara Enim globalnewsinvestigasitv dikutip dari media fakatrealtv* Pembangunan Tembok Penahan  Jalan Tawalib, Kelurahan Air Lintang, yang dikerjakan oleh CV. Nine Nine Jaya beralamat di Kota Palembang, menuai sorotan. Proyek tersebut merupakan kegiatan Tahun Anggaran 2025, dengan kontrak pekerjaan dimulai pada 14 Juli 2025. Namun ironisnya, proyek yang baru rampung sekitar satu bulan lalu itu kini dilaporkan masyarakat telah mengalami kerusakan.

 

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, kondisi fisik jalan sudah amblas di beberapa titik. Struktur tembok tampak tidak lagi rata dan menunjukkan indikasi lemahnya konstruksi. Kerusakan ini terjadi dalam waktu yang relatif singkat setelah proyek dinyatakan selesai, bahkan hingga berita ini diterbitkan, kondisi tersebut belum menunjukkan adanya perbaikan.

 

Tak hanya itu, sistem drainase di sekitar lokasi juga bermasalah. Saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut, air tidak mengalir sebagaimana mestinya dan justru tergenang di badan jalan, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan serta mempercepat kerusakan infrastruktur.

 

Warga sekitar menyayangkan kondisi ini. Situasi tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan besar mengenai fungsi pengawasan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Sebab, proyek Tembok Penahan Jalan yang baru berumur sekitar satu bulan ini sudah mengalami kerusakan. Publik pun mempertanyakan bagaimana proses pengawasan dilakukan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, hingga serah terima hasil pekerjaan. Apakah pengawasan lapangan benar-benar berjalan, atau hanya sebatas administrasi di atas kertas?

 

Kerusakan dini pada bangunan ini mengindikasikan adanya kelalaian pengawasan teknis, baik oleh pengawas lapangan, konsultan pengawas, maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Jika sejak awal mutu pekerjaan diawasi secara ketat, semestinya potensi amblas dan persoalan drainase dapat dicegah.

 

Menurut keterangan warga setempat, Ansori, saat ditemui di lokasi, menyampaikan bahwa pekerjaan Tembok Penahan Jalan tersebut baru selesai sekitar satu bulan lebih, namun kondisinya sudah mengalami kerusakan. Ia menyesalkan hasil pekerjaan yang dinilai tidak dikerjakan dengan baik, padahal seharusnya bangunan tersebut mampu bertahan lama dan menjamin keselamatan pengguna jalan.

 

Bahkan, lanjut Ansori, kondisi jalan yang amblas dan tergenang air saat hujan deras sempat menyebabkan seorang pengendara sepeda motor terbalik. Kejadian ini menambah kekhawatiran masyarakat, karena lokasi tersebut kini dinilai rawan kecelakaan dan membahayakan keselamatan warga.

 

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mencari dan mengumpulkan informasi terkait Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang bertanggung jawab atas proyek Tembok Penahan Jalan tersebut, termasuk klarifikasi dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan kontraktor pelaksana.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *