Banyak Program Ketahanan Pangan Desa Dinilai Gagal, Masyarakat Minta Pengawasan Diperketat

Muara Enim, 28 Juni 2026 – Program ketahanan pangan yang bersumber dari dana desa dan bertujuan meningkatkan kemandirian pangan masyarakat dinilai belum berjalan maksimal di sejumlah desa. Berbagai program pertanian, peternakan, hingga perikanan yang telah dianggarkan setiap tahun disebut masih banyak mengalami kegagalan.

 

Sejumlah masyarakat menilai program ketahanan pangan yang seharusnya mampu meningkatkan kesejahteraan warga justru tidak sedikit yang berakhir dengan gagal panen, kematian ternak, hingga terbengkalainya kegiatan setelah bantuan disalurkan.

 

Tanaman pertanian yang ditanam melalui program desa kerap mengalami gagal panen akibat cuaca, hama, maupun kurangnya pendampingan teknis. Sementara itu, bantuan unggas seperti ayam dan bebek di beberapa tempat juga dilaporkan mengalami kematian karena lemahnya pengawasan dan minimnya pembinaan kepada kelompok penerima.

 

“Program ketahanan pangan seharusnya tidak hanya sebatas penyaluran anggaran. Setelah bantuan diberikan, harus ada pengawasan, pendampingan, dan evaluasi secara berkala agar program tersebut berhasil,” ungkap salah seorang warga.

 

Masyarakat juga menyoroti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) maupun studi banding yang dilaksanakan di luar daerah. Menurut mereka, kegiatan tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak nyata terhadap keberhasilan program di lapangan apabila tidak disertai penerapan dan pendampingan secara berkelanjutan.

 

Berdasarkan berbagai evaluasi di sejumlah daerah, pemerintah terus melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan desa. Evaluasi tersebut mencakup tata kelola, keberlanjutan usaha, hingga efektivitas pemanfaatan dana desa untuk sektor pangan. �

 

pppa.gorontaloprov.go.id + 1

Beberapa hasil kajian juga menunjukkan bahwa lemahnya evaluasi, minimnya pelatihan, serta kurangnya kemampuan pengelola menjadi salah satu faktor yang menyebabkan program ketahanan pangan belum berjalan optimal. �

 

Jurnal UMSI

Pemerintah sendiri terus mendorong penguatan pendampingan dan pengawasan program ketahanan pangan desa, termasuk melalui monitoring lapangan dan evaluasi berkala agar kegiatan yang dibiayai melalui dana desa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. �

 

KELOR + 1

Masyarakat berharap pemerintah desa, pemerintah daerah, serta instansi terkait dapat lebih serius mengawal program ketahanan pangan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dengan pengawasan yang baik dan pendampingan yang berkelanjutan, program tersebut diharapkan tidak hanya menghabiskan anggaran, tetapi benar-benar mampu meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat desa.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *