Muara Enim,globalnewsinvestv – Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Asal Muara Enim yang tergabung mahasiswa muara Enim bergerak anti rasua dan arogansi ( Membara ), mendatangi gedung kejaksaan muara Enim , dalam menyampaikan aspirasi terkait adanya Dugaan Tindak Pidana Korupsi di tubuh organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI ) Kab. Muara Enim ,”kamis ,(22/01/2026).
Korps Adhyaksa muara Enim di Duga Kurang Serius Menangani Kasus Koni Muara Enim Sampai Mahasiswa yang Tergabung Dalam Organisasi Membara Turun Demo

Diketahui Kepala kejaksaan tinggi Muara Enim yang baru menjabat lebih kurang selama dua pekan Sudah di sambut dengan demo dengan masalah masalah di muara enim yang belum terselesaikan,
Setela usai menyampaikan tuntutannya kasi pidsus Kajari baru lah keluar dan menyampaikan bahwa kami tinggal menunggu hasil hitungan dari BPKP jawaban seperti ini sama dengan jawaban sebelumnya sewaktu masyarakat petulai demo tiga bulan yang lalu
Dibuka orasi oleh Wahyu selaku orator aksi menyampaikan, bahwa kami mengendus adanya aroma dugaan Tindak Pidana Korupsi terkait Dana Hibah ( KONI ) Kab. Muara Enim pada APBD murni tahun 2023 senilai kurang lebih Rp. 8.5 Miliar, dimana beberapa pos anggaran.Kami berbicara dengan data dan fakta ucap nya ,aneh jika BPKP sudah hampir setengah tahun belum bisa menyampaikan hasil audit dan di limpahkan ke Kajari Muara Enim,
Apabila belum ada klarifikasi sampai hari senen mendatang kami akan menyampaikan orasi lagi dengan masa yang lebih banyak dan akan menggelar aksi demo di depan Kejati Sumsel
“Publik semua tahu sejak bergulir kasus korupsi KONI tahun 2023, muara Enim belum ada yang divonis atau yang jadi tersangka, kuat dugaan korps Adhyaksa muara Enim belum begitu serius untuk mengungkap kejahatan terkait koni”. Tutup Wahyu
( Tim )






