
Muara Enim – Pembangunan infrastruktur seperti jalan, gedung, dan fasilitas publik memang penting untuk menunjang kemajuan daerah.
Namun, perhatian terhadap sektor pertanian dinilai tidak boleh diabaikan karena menjadi fondasi utama ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Sejumlah masyarakat menilai pembangunan yang hanya berfokus pada proyek fisik tanpa memperhatikan sektor pertanian dapat berdampak terhadap ketersediaan pangan dan perekonomian masyarakat desa.

“Gedung dan jalan memang penting, tetapi ketika harga beras, cabai, dan kebutuhan pokok naik, masyarakat yang pertama merasakan dampaknya. Karena itu pertanian harus menjadi prioritas,” ungkap salah seorang warga.
Menurutnya, sektor pertanian merupakan bidang yang menyerap tenaga kerja terbesar di pedesaan. Apabila petani memperoleh dukungan berupa bibit unggul, pupuk yang mudah diperoleh, irigasi yang baik, serta harga hasil panen yang stabil, maka perekonomian masyarakat dapat tumbuh secara merata.
Selain itu, ketergantungan terhadap produk impor juga dinilai dapat memengaruhi ketahanan pangan nasional. Padahal, sejumlah wilayah di Sumatera Selatan, termasuk Kabupaten Muara Enim, memiliki potensi lahan yang cukup subur untuk pengembangan padi, perkebunan, dan komoditas hortikultura.
Masyarakat berharap pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap sektor pertanian melalui perbaikan jaringan irigasi, ketersediaan pupuk, pendampingan penyuluh pertanian, serta perlindungan harga hasil panen petani.
“Tidak ada salahnya membangun jalan dan gedung, tetapi pertanian juga harus menjadi prioritas.
Karena ketahanan pangan merupakan pondasi utama kesejahteraan masyarakat,” kata warga.
Pengamat pembangunan menilai keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor pertanian sangat diperlukan.
Infrastruktur yang baik dapat mendukung distribusi hasil pertanian, sementara sektor pertanian yang kuat akan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, pembangunan daerah diharapkan tidak hanya berorientasi pada proyek fisik semata, melainkan juga memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
(Efriyadi)

