
Rangkasbitung — Karang Taruna Kecamatan Rangkasbitung menggelar Rapat Kerja (Raker) Akhir Tahun sebagai forum konsolidasi dan penetapan Garis Besar Program Kerja Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi seluruh pengurus Karang Taruna tingkat kecamatan hingga kelurahan/desa dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan kepemudaan di wilayah perkotaan Rangkasbitung.
Rapat kerja tersebut menghasilkan kesepakatan visi utama Karang Taruna Kecamatan Rangkasbitung Tahun 2026, yakni “Mewujudkan Pemuda Rangkasbitung yang Mandiri, Responsif Sosial, dan Melek Digital guna mendukung percepatan ekonomi lokal.”
Ketua Karang Taruna Kecamatan Rangkasbitung, Aris Riswanto, dalam keterangannya menegaskan bahwa raker ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis untuk memperkuat peran pemuda di tengah dinamika pembangunan daerah.
“Karang Taruna harus hadir sebagai solusi. Pemuda Rangkasbitung tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus terlibat aktif dalam penguatan ekonomi lokal, penanganan persoalan sosial, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi digital,” ujar Aris Riswanto.
Dalam raker tersebut, ditetapkan empat pilar utama program kerja, yang menjadi fondasi gerakan Karang Taruna Kecamatan Rangkasbitung ke depan.
Pilar pertama adalah Pengembangan Organisasi dan SDM, dengan fokus pada penguatan struktur hingga tingkat RW dan RT. Program kaderisasi berjenjang akan dilaksanakan melalui pelatihan kepemimpinan, pendataan potensi pemuda berbasis digital, serta pemberian apresiasi melalui Rangkasbitung Youth Award bagi pemuda berprestasi.
Pilar kedua, Ekonomi Kreatif dan Pemberdayaan UMKM, diarahkan untuk menjawab karakter Rangkasbitung sebagai pusat perdagangan. Program unggulan meliputi pembentukan Pojok UMKM Karang Taruna, pelatihan digital marketing bagi pelaku usaha muda, serta inisiasi Koperasi Pemuda sebagai wadah ekonomi bersama.
Pilar ketiga adalah Kesejahteraan Sosial dan Pengabdian Masyarakat, dengan pembentukan satuan tugas Karang Taruna Peduli (Quick Response) untuk respon cepat bencana dan kegiatan sosial. Selain itu, akan digalakkan Gerakan Rangkasbitung Bersih serta penyuluhan anti-narkoba dan pencegahan kenakalan remaja di sekolah-sekolah.
Sementara pilar keempat, Minat, Bakat, Olahraga, dan Budaya, menjadi ruang ekspresi positif bagi generasi muda melalui pelaksanaan Rangkasbitung Cup, serta festival seni dan budaya lokal khas Lebak yang dikemas secara modern.
Sekretaris Jenderal Karang Taruna Kecamatan Rangkasbitung, Apep Putra Perdana, menjelaskan bahwa program kerja 2026 disusun dengan indikator capaian yang terukur dan realistis.
“Kami menargetkan seluruh kelurahan dan desa di Rangkasbitung memiliki kepengurusan Karang Taruna yang aktif, terbentuknya minimal lima UMKM binaan baru di setiap kelurahan, serta kehadiran Karang Taruna dalam setiap kejadian sosial. Ini akan diperkuat melalui kemitraan strategis dengan dunia usaha,” jelas Apep.
Untuk mendukung keberlanjutan program, strategi pendanaan akan dioptimalkan melalui dana hibah kecamatan dan kabupaten, kemitraan CSR dengan perusahaan, perbankan, dan pusat perbelanjaan di Rangkasbitung, serta pengembangan unit usaha mandiri Karang Taruna.
Rapat kerja ini menegaskan komitmen bahwa keberhasilan program tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi antara pengurus kecamatan dengan pengurus kelurahan dan desa menjadi kunci utama agar Karang Taruna benar-benar hadir sebagai kekuatan sosial pemuda yang progresif dan berdaya guna bagi masyarakat Rangkasbitung.

